Tentang Menopouse; Pengertian, Fase Pra dan Pasca, Penanggulangannya

By | Juni 7, 2010

Makalah tentang Menopouse, gangguan-gangguan yang terjadi, fase pra dan pasca, cara penanggulangan, dll.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sampai akhir abad ini di Indonesia akan dijumpai sekitar 8-10% lansia dan wanita akan lebih banyak dibandingkan pria. Kesehatan mereka harus mendapat perhatian. Setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan dalam kehiduannya terjadi perubahan atau mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik, psikis maupun social kemasyarakatan. Perubahan itu dimulai dari bayi baru lahir, masa anak-anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua, namun kehidupan wanita terbagi lagi dalam beberapa masa, yakni masa bayi, masa anak-anak, pubertas, masa reproduksi, mas klimakterium dan masa senium. Masing-masing masa mempunyai kekhusukan yang memerlukan pemahaman dan perawatan keadaan tubuhnya dalam menghadapi masa tersebut.

Dalam memasuki masa tua seorang wanita memasuki masa klimakterium yaitu merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium dan bagian dari masa klimakterium terjadi masa menopause.
Fase reproduksi atau fase subur berlangsung sampai usia sekitar 45 tahun, pada masa ini organ reproduksi wanita mengalami fungsi yang sebenarnya yaitu hamil dan melahirkan. Fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa reproduksi berakhir disebut klimakterium yang berlangsung secara bartahap.

Dalam perjalanan hidupnya seorang wanita yang mencapai umur sekitar 45 tahun, mengalami penuaan indung telur, sehingga tidak sanggup memenuhi hormone estrogen. System hormonal seluruh tubuh mengalami kemundurun dalam mengeluarkan hormonnya. Kemunduran pada kelenjar tiroid dengan hormone tiroksin untuk metabolisme umum. Kemunduran kelenjar paratiroid yang mengatur metabolisme kalsium. Perubahan pengeluaran hormone menyebabkan berbagai perubahan pada fisik dan psikis.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian
Menopause adalah fase di dalam kehidupan seorang perempuan di mana indung telur tidak lagi melepaskan telur setiap bulan dan menstruasi berhenti. Menopause adalah salah satu fase dalam kehidupan normal seorang wanita. Ovarium tidak berfungsi dan produksi hormon steroid serta peptida berangsur-angsur hilang. Menopause bisa terjadi tiba-tiba dan yang lebih biasa menopause merupakan satu proses yang berangsur-angsur, yang datang dan terjadi antara usia 45 dan 50 tahun. Perempuan tersebut secara normal tidak lagi bisa terbuahi atau hamil (meskipun kontrasepsi harus terus digunakan sampai menopause benar-benar telah sempurna) dan ia disebut telah menopause setelah waktu berjalan selama satu tahun.

Biasanya sejak wanita berusia di atas 40 tahun, haid sudah tidak teratur dan siklus haid sering kali terjadi tanpa pengeluaran sel telur (ovulasi). Dengan demikian, seorang wanita pada usia 40-tahunan sering dikatakan tidak subur lagi, dan kecil kemungkinannya untuk hamil. Bila terjadi kehamilan pada usia tersebut, kemungkinannya akan lebih besar untuk memperoleh anak yang cacat atau dengan kualitas yang kurang baik.

Kata-kata ‘menopause’ jadi bayangan menakutkan, karena pada masa ini timbul berbagai macam keluhan yang bisa mengganggu kualitas hidup si wanita tersebut. Mulai dari gejala utama seperti semburat panas di muka, organ intim menjadi lebih kering sehingga timbul rasa nyeri saat berhubungan seksual, kulit kering, sulit tidur, sampai dengan perubahan keadaan emosional. Selain itu ada dua hal yang sangat ditakuti dari akibat menopause, yakni osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Pada masa menopause biasanya terjadi pengurangan hormon estrogen, bahkan bisa beranjak pada estrogen defisiensi. Perubahan ini bisa meningkatkan risiko kardiovaskular secara tajam. Pasalnya, estrogen defisiensi akan menginduksi perubahan lipid dan pembuluh darah. Demikian juga dengan faktor risiko keropos tulang atau osteoporosis

Dalam memasuki masa tua seorang wanita memasuki masa klimakterium yaitu merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium dan bagian dari masa klimakterium terjadi masa menopause. Menopause adalah salah satu fase dalam kehidupan normal seorang wanita. Masa menopause ditandai oleh berhentinya kapasitas reproduksi seorang wanita. Ovarium tidak berfungsi dan produksi hormon steroid serta petida berangsur-angsur hilang. Sementara itu, sejumlah perubahan fisiologik pun terjadi. Hal itu terjadi sebagian disebabkan oleh berhentinya fungsi ovarium dan sebagian lagi disebabkan oleh proses penuaan. Banyak wanita yang mengalami gejala-gejala akibat penuaan tersebut dan biasanya menghilang perlahan dan tidak menyebabkan kematian. Namun tak jarang menimbulkan rasa tidak nyaman dan terkadang perlahan menyebabkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari. Sedang masa senium adalah masa sesudah pasca menopause.

Gangguan menopause
Seperti pada saat pubertas atau mulainya mens (manarche) pada saat menopause pun terjadi gangguan karena adanya perubahan hormon (estrogen dan progesteron) terhadap tubuh. Perubahannya adalah mulai timbulnya hormon pada pubertas dan mulai hilangnya hormon pada menopause.
Gejala yang timbul adalah :

    • Gangguan daur haid
      Daur haid tidak teratur karena hormon yang tidak stabil. Dalam keadaan terpaksa, terkadang harus dilakukan tindakan kuretase untuk menghentikan perdarahan yang berlebihan.
    • Gangguan psikologis
      Hal ini disebabkan oleh hormon yang abnormal, sehingga menimbulkan perasaan mudah tersinggung dan terkadang sampai depresi, gelisah/nervouse, perasaan kurang ”nyaman”, kurang pede, cepat marah, merasa tua, tidak menarik lagi, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut suami akan menyeleweng, takut menjadi tua, sampai menangis. Pada masa pubertas, ada perasaan disepelekan sedangkan pada menopause ada perasaan tak berguna dan ditinggalkan, juga perasaan kurang cantik atau kurang menarik.
    • Gangguan aliran darah dan jantung
      Pada menopause ada perasaan panas di sekitar muka dan leher. Terkadang sampai demam(hot fluses) yang timbul dan hilang secara tiba-tiba. Jantung sering berdebar, berkeringat, sukar tidur, tubuh lemas, vagina kering atau panas. Pada wanita menopause, gangguan jantung (penyempitan atau gagal ginjal) meningkat dibandingkan wanita pada masa reproduksi. Meningkat hormon FSH dan LH dan rendahnya estrogen dapat menimbulkan perubahan pembuluh darah.
    • Gangguan otot dan tulang
      Pada masa menopause, sering timbul nyeri pada tulang dan otot karena pengaruh hormon estrogen pada masa metabolisme kalsium otot. Jaringan ikat yang mendukung rahim sering mengendur sehingga sering timbul ”turun peranakan” atau uterine prolaps. Pengenduran dinding vagina menyebabkan gangguan pada saluran kencing. Pengeroposan tulang terjadi karena kalsium tulang dilepaskan dan diserap oleh darah untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini akan terjadi karena mekanisme penyerapan kalsium terganggu. Tulang punggung menjadi bengkok, bahkan sering terjadi patah tulang tanpa sebab. Patah tulang terutama terjadi pada persendian paha. Hal ini dikenal dengan istilah osteoporosis. Tulang mengalami dekalsifikasi (pengapuran) artinya kalium menurun.
    • Gangguan gairah seksual
      Gairah seksual kadang tinggi dan kadang rendah. Kalau pada pubertas lebih sering meninggi, pada masa menopause lebih sering rendah. Gangguan gairah seksual ini sering menyebabkan menurunnya daya tahan moril terhadap rangsangan seksual dari luar.
    • Gangguan pada alat kelamin
      Kadar estrogen yang menurun menyebabkan pertumbuhan kulit yang tidak sempurna sehingga terjadi penipisan pada dinding saluran kencing. Karenanya, infeksi lebih mudah terjadi. Penipisan dinding vagina juga terjadi sehingga menyebabkan sering lecet pada waktu senggama. Ditambah dengan kekeringan pada vagina, daerah sensitif makin sulit untuk dirangsang, sulit mencapai orgasme. Lemahnya penyangga alat kelamin bagian dalam menyebabkan terasa kurang enak sekitar liang senggama hal ini sering menyebabkan semangat untuk senggama menurun, apalagi kalau hormon sedang turun.

Gangguan fisik
Pada fisik mengalami perubahan kulit. Lemak bawah kulit berkurang sehingga kulit menjadi kendor. Kulit mudah terbakar sinar matahari dan menimbulkan pigmentasi dan menjadi hitam. Pada kulit tumbuh bintik hitam. Otot bawah kulit muka mengendor sehingga jatuh dan lembek. Kelenjar kulit kurang berfungsi, sehingga kulit menjadi kering dan keriput.Perubahan wanita menuju masa baya antara 50-65

Fase pra-menopouse
(klimakterium) Pada fase ini sorang wanita akan mengalami kekacauan pola menstruasi, terjadi perubahan psikologis/kejiwaan, terjadi perubahan fisik. Berlangsung selama antara 4-5 tahun. Terjadi pada usia antara 48-55 tahun.

Fase menopouse Terhentiya menstruasi. Perubahan dan keluhan psikologis dan fisik makin menonjol. Berlangsung sekitar 3-4 tahun. Pada usia antara 56-60 tahun.

Fase pasca menopouse
(senium) Tejadi pada usia diatas 60-65 tahun. Wanita beradaptasi terhadap perubahan psikologis dan fisik. Keluhan makin berkurang.

Cara penanggulangan
Gejala-gejala menopause dan osteoporosis bisa dibantu dengan menggunakan terapi penyulihan/penggantian hormon (HRT = Hormone Replacement Therapy) yang dilakukan dengan memasukkan hormon-hormon seksual di dalam tablet atau beberapa bentuk lainnya. Kebanyakan dokter percaya bahwa keuntungan-keuntungan cara ini dalam melindungi tulang-tulang jauh lebih banyak daripada resiko-resikonya yang potensial dan begitu banyak dokter menganjurkan penggunaannya.

Namun, ada beberapa pandangan yang tidak setuju dan ini tetap menjadi masalah pilihan bagi masing-masing perempuan untuk menggunakannya. Melakukan HRT menyebabkan sedikit peningkatan pada resiko terkena kanker payudara tetapi HRT dianggap bisa melindungi dari penyakit hati dan stroke, yang keduanya memberi ancaman yang lebih besar terhadap perempuan menopause.

HRT tidak sesuai bagi setiap perempuan dan adanya beberapa kondisi medis, seperti kanker payudara, bisa membahayakan penggunaannya, sebagaimana dengan pil kontrasepsi, HRT perlu waktu lama untuk persiapan sehingga bisa sesuai dengan setiap individu. Salah satu kerugian HRT adalah bahwa kebanyakan persiapan HRT menyebabkan sedikit perdarahan bulanan pada perempuan yang secara normal sudah berhenti menstruasi, tetapi persiapan HRT sekarang tersedia bagi perempuan tua dimana tidak ada perdarahan bulanan yang dialaminya.

Menghindari perubahan kejiwaan
Untuk menghindari perubahan-perubahan yang timbul, seorang wanita lebih baik untuk selalu berkumpul dengan keluarga yang harmonis dan saling pengertian. Ditengah keluarga yang harmonis kesiapan menerima proses penuaan makin besar tanpa gejala klinis yang berarti.

Menghindari penuaan kulit terlalu cepat
Makin tua umur kulit semakin tipis, makin sensitif terhadap sinar matahari, lapisan lemak bawah kulitnya longgar sehingga keriput dan kering di daerah wajah, dagu, dan leher. Langkah untuk menghambat proses penuaan kulit:

  1. Jangan terlalu gemuk, sehingga hilangnya lemak kulit tidak terlalu kentara.
  2. Hindari sebanyak mungkin sinar matahari, karena ultraviolet dapat merusak kulit dan menimbulkan kanker kulit.
  3. Kelancaran peredaran darah kulit dengan mengurangi kulit keriput melalui meningkatkan aktivitas fisik dan masase (salon kecantikan).
  4. Dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan masase diri sendiri atau ke salon kecantikan dan memberikan pelembab kulit, sehingga tampak terpelihara.

Menyesuaikan pola makan
Makanan yang diperlukan tidak terlalu banyak, sekedar dapat mempertahankan proses pergantian jaringan yang rusak dan pergantian yang mengelupas. Disamping itu kelebihan makan maka keadaan dalam keadaan tubuh yang serba kekurangan hormon dan kemampuan metabolisme dapat menimbulkan penyakit.. dianjurkan pola makan vegetarian sehingga mengandung serat.

Mempertahankan aktifitas fisik
Berolahraga pada lansia diperlukan asal sesuaikan dengan kemampuan yang ada. Aktifitas fisik untuk meningkatkan kesegaran dan kebugaran jasmani, selama 10-15 menit.

Seksualitas Pasca-Menopause
Salah satu mitos menyesatkan tentang menopause adalah cerita tentang hilangnya kemampuan dan gairah seksual. Hal ini sama sekali tidak benar. Kemampuan reproduksi memang hilang seiring dengan berhentinya menstruasi, tapi kemampuan seksual tetap dapat dipertahankan.

Sebuah penelitian di AS (dikutip dari every women, Darek Lewellyn jones, 1997) tentang seksualitas pada wanita usia lanjut, ternyata 60% aktivitas seksualnya tidak berubah, 20% menurun, dan 20% pada peningkatan. Beberapa wanita bahkan baru mulai menikmati seks pada usia tua. Hal tersebut disebabkan oleh adanya pengenalan tentang pasangannya secara lebih baik, perasaan cinta kasih yang lebih mendalam, berkurangnya kesibukan sehingga banyak peluang untuk mempelajari diri masing-masing.

Wanita lansia yang masih aktif secara seksual dengan pasangan yang simpatik, dilaporkan mengalami perubahan sikap terhadap seks. Pada masa muda, seks merupakan masalah sederhana sedangkan sekarang hal itu menjadi lebih variatif. Seks yang tadinya sekedar hubungan kelamin, kini meluas dengan kontak tubuh, sentuhan, pelukan, dan afeksi yang lebih tinggi.

Potensial seks wanita bertahan lebih lama daripada pria. Bila terjadi penurunan, itu lebih disebabkan oleh kegagalan pasangannya. Akan tetapi, hal itu dapat ditingkatkan kembali bila pasangannya mau berusaha. Penelitian di AS menyebutkan bahwa 70% wanita yang masih aktif melakukan kegiatan seksual pada usia 60 tahun, akan berlanjut hingga usi 70-80 tahun. Ini karena daya tahan tubuh wanita lebih tinggi dibandingkan pria.

Seks saat lansia
Selama hubungan dengan pasangan berlangsung baik, tampaknya tidak ada alasan untuk tidak menikmati seks dalam usia lanjut. Banyak wanita yang merasa kehidupan seks mereka semakin indah oleh bertambahnya pengalaman. Namun, tidak sedikit pula wanita yang bermasalah dalam hubungan seks pada usia lanjut. Umumnya, keluhan yang terjadi adalah karena kurangnya cairan pelumas. Masalah ini sebenarnya dapat ditanggulangi dengan menggunakan pelumas dan penyesuaian teknik bercinta. Untuk dapat mencapai dan memberikan fantasi erotik yang lebih sempurna, memerlukan bayangan, melihat adegan erotik, sehingga kadang-kadang memutar film yang dapat meningkatkan kegairahan seks. Dengan pengertian terbatas dan hanya kepentingan keharmonisan keluarga.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Menopause merupakan salah satu fase dalam kehidupan normal seorang perempuan, dimana indung telur tidak lagi melepaskan telur setiap bulan dan menstruasi berhenti. Menopause merupakan satu proses yang berangsur-angsur, yang datang dan terjadi antara usia 45 dan 50 tahun.

Proses menuju menopause terjadi ketika fungsi kandung telur mulai mengalami penurunan dalam memproduksi hormon. Pada saat mulai terjadi penurunan fungsi ini gejala-gejala menopause mungkin mulai terasa meskipun menstruasi tetap datang. Saat itu mulai nampak ada perubahan pada haid. Misalnya menjadi lebih singkat atau lebih memanjang atau banyaknya darah yang keluar tidak konsisten lagi dari bulan ke bulan.

Pada saat itu ia sebenarnya tidak diperlukan terapi, kecuali menambah vitamin-vitamin dan zat kapur sebagai suplemen dan penyangga karena penurunan produksi hormon estrogen akan diikuti dengan meningkatya kalsium yang terbuang dari tubuh seorang perempuan.

2. Saran
Selain diatasi dengan terapi hormon pengganti, kehadiran menopause dapat diperlambat dengan mengatur dan memulai kehidupan yang lebih sehat.
Hal-hal yang harus dilakukan adalah:
a) Berolahraga secara teratur
b) Mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium
c) Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin seperti buah-buahan dan sayuran
d) Mengurangi konsumsi kopi, teh, minuman soda, dan alkohol
e) Menghindari rokok

DAFTAR PUSTAKA

• Barbara Nash dan Patricia Gilbert. Panduan kesehatan seksual. Jakarta.2006. Prestasi Pustaka
• dr.H. Ronosulistyo,Hanny.Sp.OG, M.M dan Amiruddinm, Aam. M.Si. Seks Tak Sekedar Birahi. Bandung. 2006. Khazanah Intelektual.
• Dr. Bagus Ida.Sp.OG, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta. 1998. Arcan.
• Forum Kesehatan Perempuan,YLKI, Informasi Kesehatan Reproduksi Perempuan, Yogyakarta. 2002. Galang Printika

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *