Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi

By | September 8, 2011

RESENSI BUKU :
PENDIDIKAN GURU BERDASARKAN PENDEKATAN KOMPETENSI

Resensi Buku
Judul Buku “Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi
Oleh prof. Dr. Oemar hamalik
Penerbit Bumi Aksara
Cetakan ke empat, agustus 2006
ISBN 979-526-769-8
Tebal Buku 189 Halaman

Sistem pendidikan guru sebagai suatu subsistem pendidikan nasional merupakan factor kunci dan memiliki peran yang sangat strategis. Pada hakikatnya, penyelenggaraan dan keberhasilan proses pendidikan pada semua jenjang dan semua satuan pendidikan ditentukan oleh factor guru, disamping perlunya unsure-unsur penunjang lainnya. Kualitas kemampuan guru yang rendah akan berdampak pada rendahnya mutu pendidikan. Sedangkan derajat kemampuan guru sejak semula disiapkan pada suatu lembaga pendidikan guru, baik secara berjenjang maupun secara keseluruhan. Dalam buku ini ditawarkan pemecahan-pemecahan dari professional guru yang terdapat dalam buku ini “Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi” yang terdiri atas sepuluh bab.

Suatu profesi pada hakikatnya adalah suatu janji yang yang memiliki nilai-nilai etis yang mengandung unsure pengabdian pada masyarakat, melalui suatu pekerjaan tertentu yang menuntut keahlian tertentu pula. Kendatipun masalah profesionalisasi sampai sekarang masih sering dipertanyakan orang, namun sudah terdapat karakteristik yang jelas serta unsure-unsur yang terperinci yang bersifat mendukung pengertian professionalisasi itu. Pendidikan guru adalah suatu system yang terpadu dalam rangka sistem pendidikan nasional. Sebagai suatu system, pendidikan guru meliputi sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan berinterelasi satu sama lain, yang terdiri dari tujuan pendidikan guru, siswa, program, pendidikan guru, fasilitas dan perlengkapan, evaluasi, umpan balik, dan konteks sosial.

Guru memegang peranan yang penting didalam pembinaan dan pengembangan kurikulum serta penyelenggaraan pengajaran pembelajaran. Dalam rangka pembinaan dan pengembangan kurikulum, palin tidak para guru harus mampu berpartisipasi, baik dalam perencanaan maupun dalam evaluasi kurikulum. Dalam hubungan inilah guru harus memiliki kemampuan membuat suatu keputusan berdasarkan hasil evaluasi dalam rangka suatu sistem.

Pada hakikatnya pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah menjadi tanggung jawab guru, baik selaku tenaga professional maupun selaku tenaga non professional. Kedua jenis tenaga kependidikan ini masing-masing memiliki tanggung jawab dan tugas pekerjaan sendiri-sendiri, dan menutut kompetensi-kompetensi yang serasi dengan tugasnya.

Guru adalah suatu jabatan professional yang harus memenuhi criteria professional, yang meliputi syarat-syarat fisik, mental/ kepribadian, keilmiahan/pengetahuan, dan keterampilan. Kompetensi professional guru selain bersumber dari bakat seseorang untuk menjadi guru juga pendidikan yang diselenggarakan pada pendidikan guru yang memegang peranan yang penting.

Untuk menentukan jenis kompetensi guru professional dapat dilihat dari segi tanggung jawab guru, yakni tanggung jawab moral, pendidikan disekolah, misalnya memberikan bimbingan dan pengajaran, melaksanakan pembinaan kurikulum, menuntun para siswa belajar, membina pribadi, mendiagnosis kesulitan belajar, menilai kemajuan belajar, tanggung jawab guru dalam bidang kemasyarakatan, dan dalam bidang keilmuan.

Untuk menentukan jenis kompetensi juga bisa dilihat dari segi peranannya, yakni guru sebagai pendidik dan pengajar, guru sebagai anggota masyarakat, sebagai pemimpin, dan sebagai pelaksana administrasi ringan.

Keputusan-keputusan kurikuler guru didasarkan pada criteria-kriteria yang disusun dalam komponen-komponen, yaitu tujuan intruksional, alat dan media intruksional, pemilihan dan pembimbingan siswa, materi program, prosedur evaluasi, dan staf pelaksana pendidikan di sekolah. Dapat ditarik kesimpulan, bahwa criteria-kriteria tersebut adalah sangat penting, baik untuk penilaian kurikulum maupun bagi perencanaan kurikulum pendidikan guru. Criteria-kriteria pada umumnya telah diterapkan dalam rangka pengembangan kurikulum pendidikan guru dinegara kita.

Konsep PBTE merupakan era perkembangan baru tentang profesionalisasi kependidikan. Perkembangan ini sejalan dengan penemuan baru dalam psikologi belajar yang diawali oleh pandangan tokoh kenamaan, yakni skinner. Berdasrkan konsep ini para guru harus memiliki kompetensi-kompetensi professional yang sistematika. Pengaruh dan konsep ini begitu besarnya sehingga berdasarkan kompetensi guru tersebut disusunlah program pendidikan guru dan system evaluasi.

Isi program pendidikan guru mengalami perkembangan seiring perkembangan dari zaman-kezaman sejalan dengan institusi pendidikan guru itu sendiri. Para ahli sependapat, bahwa pengetahuan yang dianggap baik bagi guru meliputi aspek-aspek keterampilan, etika, disiplin ilmiah, konsep-konsep dasar, siswa, suasana social, proses belajar, metodologi pengjaran, proses pendidikan teknologi, perkembangan diri, perubahan, dan inovasi. Komponen-komponen tersebut harus menjadi pertimbangan dan cermin dalam program pendidikan guru.

Strategi intruksional sangat diperlukan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tingkah laku yang spesifik dan telah diidentifikasikan. Strategi intruksional merupakan prosedur atau metode mengajar yang dimaksud menimbulkan perubahan tingkah laku para siswa. Strategi intruksional ada berbagai ragam yang masing-masing punya kebaikan dan kelemahan/kemunduran, oleh kerena itu perlu saling melengkapi dan saling menunjang secara bervariasi. Tiap guru yang telah mampu menggunakan strategi tersebut sudah tentu harus memiliki kompetensi yang berguna dalam rangka perencanaan dan penilaian.

Pengajaran mikro adalah suatu metode baru dalam rangka mempersiapkan atau memperbaiki keterampilan mengajar di dalam kelas. Pelaksanaannya dilakukan di dalam suatu laboratorium khusus, dengan sejumlah kecil siswa, dalam waktu relative pendek (lima sampai sepuluh menit), bahkan pelajaran yang disampaikan hanya merupakan suatu kebulatan kecil, dan tujuannya untuk memperbaiki/melatih guru atau dua keterampilan saja. Dewasa ini pengjaran mikro telah diterapkan dalam program pendidikan guru di Indonesia terutama dalam program praktek keguruan pada beberapa LPTK dan dalam proyek penataran. Penerapan pengajaran mikro menghadapi berbagai hambatan, baik secara material dan sikap mental di kalangan para peserta didik.

Program praktek kependidikan merupakan bagian integral yang sangat penting dalam keseluruhan program pendidikan guru, bahkan dapat dianggap sebagai muara dari pendidikan guru itu sendiri.
Hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan yang telah dilaksanakan oleh para ahli paling tidak ada lima model praktek kependidikan yang menarik perhatian, adalah pengajaran mikro, latihan leadership, pengalaman lapangan, latihan guru pendidikan pedesaan, dan latihan guru sistematik.

Evaluasi adalah suatu proses yang sangat penting dalam program pendidikan guru, dan menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan guru untuk melakukannya. Pendekatan evaluasi dapat dikelompokan menjadi tiga criteria, yakni criteria institusional, proses, dan produk. Criteria pinstitusional meliputi semua praktik yang bias digunakan untuk memprediksi aktivitas pendidikan. Yang meliputi criteria professional adalah criteria legal, criteria masyarakat, dan criteria perguruan tinggi. Criteria proses digunakan untuk menilai apa-apa yang terjadi sepanjang pelaksanaan program, yang meliputi criteria administrative dan criteria siswa. kriteria produk digunakan untuk menilai hasil program pendidikan.

Kelebihan
Buku ini bisa sebagai panduan bagi pemula dalam pendidikan maupun yang telah lama menekuni dunia pendidikan, karena di dalam buku ini telah dijelaskan secara rinci tentang pendidikan guru berdasarkan pendekatan kompetensi dan juga sangat mendetai dalam ulasan tiap babnya.

Kekurangannya
Terlalu berpacu dengan materi materi yang dulu walaupun terdapat beberapa ulasan metode saat ini tetapi dalam kenyataan sat ini guru harus lebih kretif dalam melakukan pengajaran, dan dalam penggunaan media yang ada sekarang ini.

Download File

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *