Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

By | April 29, 2012

Sebuah Makalah berjudul: Perkembangan Anak Pada Usia 2 Tahun
Mata Kuliah: Psikologi Perkembangan

Daftar Isi:
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar isi
Bab I. Pendahulan
a. Latar Belakang
b. Metode Penelitian
c. Landasan Teori
Bab II. Gambaran umum
a. Keluarga Bapak
b. Sosial ekonomi dan Keberagamaan
c. Setruktur sosial
Bab III. Perkembangan
Bab IV. Kesimpulan dan Penutup

 

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan atas anugerah dan nikmat Allah Swt, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw.
Penulis menyadari bahwa ilmu-ilmu yang penulis miliki masih sangat terbatas, sehingga dalam penulisan penelitian ini masih banyak kekurangannya. Namun demikian, penulis beusaha mencurahkan segenap tenaga dan pikiran yang ada, dengan harapan semoga penelitian ini bermanfaat bagi pembaca terlebih lagi dapat memenuhi syarat sebagai memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Perkembangan.
Oleh karena itu, penulis sangat bersyukur atas segala bimbingan dan bantuan dari semua pihak khususnya Bapak Drs. H. Abd. Shomad, MA selaku dosen Psikologi PerkembangaDalam penyelesaian penelitian ini.

BAB I

A. PENDAHULUAN
Anak merupakan miniatur orang dewasa dimana dalam kehidupannya anak ingin diperhatikan dan dimanja., karena masa ini anak masih memerlukan kasih sayang dan perhatian yang besar dari orang tua. Seperti dari kebanyakan anak-anak lainnya. Namun tingkah laku anak memiliki potensi yang besar dalam lingkungannya, biasanya tingkah laku tersebut diapliksikan dalam kehidupan sehari-harinya seperti dalam bermain dan meniru tingkah laku orang tua.

Dalam perkembangannya anak umur dua tahun selalu membeikan respon yang terbuka, lucu, menantang dan dan rasa ingin tahu (Kuriositas). Seperti halnya Izdharun Nasaq, yang berumur dua taahun yang memiliki sifat ingin tahu dan meniru apa yang dilihat didalam lingkungannya, Izdharun Nasaq dapat dikatagorikan sebagai anak balita yang sering banyak bicara, suka mengamati apa-apa yang ada disekelilingnya, semua yang ada dalam lingkungannyaditangkap melalui panca indera yang pada saat anak seusianya memiliki kemampuan penangkapan panca indera yang jauh lebih besar dari pada orang dewasa.

Secara konsepsional otak yang selalu berkembang, anak umur dua tahun memiliki perkembangan otak yang sangat besar, karena dalam otak anak tersebut terdapat satu triliyun jaringan yang mana jumlah tersebut adalah dua kali jumlah jaringan dari yang dimiliki orang dewasa.
Dalam kesehariannya anak-anak sering dilatih menyanyi, menari, hal tersebut akan membantu perkembangan sel otak sekaligus emosi Psikologi anak itu sendiri dan berpengaruh hingga dewasa.
Para ilmuwan berpendapat, bahwa pengalaman-pengalaman anak secara mendalam akan akan memicu otak dalam mengubah pola tentang kebutuhan-kebutuahan anak. Selain itu kapasitas individu untuk belajar dalam berbagai latar, bergantung dengan lingkungan dan pengasuhan pendidikannya.

METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penulisan sebagai berikut :

1.Metode Penentuan Subjek
Subjek penelitian adalah sumber, tempat mendapatkan keterangan dalam penelitian. Suharsini Arikunto berpendapat bahwa subjek penelitian berarti orang atau apa saja yang menjadi sumber penelitian.
Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah anak berumur dua tahun yang bernama Izdharun Nasaq dan orang tua serta lingkungannya.
Metode Pengumpulan Data
Dalam pngumpulan data penulis menggunakan metode sebagai berikut :
a) Metode Wawancara
Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan.
Metode yang digunakan penulis untuk memperoleh data yang valid tentang perkembangan anak usia dua tahun dengan metode ini. Dengan metode ini diharapkan informasi yang diperoleh dapat melengkapi data dalam penelitian ini.
b) Metode Observasi
Metode Obsevasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan data (data) yang dilakukan engan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Metode ini digunakan untuk pengamatan langsung pola tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari.

c) Metode Dokumentasi
Metode Dokumentasi adalah penelitian yang dilakukan terhadap informasi yang didolumentasikan dalam rekaman, baik gambar, suara atau lainnya. Dalam bentuk rekaman biasa dikenal dengan penelitian analisa dokumentasi atan analisa isi. Denagan analisa ini seorang penulis harus bekerja secara obyektif dan komunikatif melalui pendekatan kuantitatif.
d) Metode Analisa Data
Metode analisa data adalah suatu proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Dalam menganalisis data kualitatif ini penulis menggunakan proses analisis data sebagai berikut :

1. Pengumpulan data
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan maka penulis mengumpulkan data dengan menggali informasi dengan responden dan informan yang baik melalui wawancara dan observasi.

2. Reduksi Data
Yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyerderhanaan, pengabstrakan dan transformasi data “kasar” yang muncul dari caatan yang tertulis dilapangan. Ddenagan kata lain reduksi data adalah mempersingkat data yang terkumpul dengan melakukan ringkasan, pengkodean dan membuat memo. Dlam reduksi data dilakukan juga membuang data-data yang tidak perlu dengan tujuan untuk mengorganisasi data yang terkumpul sehingga dapat mempermudah penarikan kesimpulan.

3. Penyajian Data
Yaitu sekumpulan informasi tersusun yang membri kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dengan melakukan penyajian data diharapkan dapat mempermudah melakukan pemahaman masalah yang dihadapi sehingga kesimpulan yang diambil bukan kesimpulan yang gegabah atau terburu-buru.

4. Menarik kesimpulan
Adalah proses terpenting dan terakhir dilakukan dalam analisis data kualitatif. Kesimpulan yang diambil harus dapat diuji kebenarannya dan kecocokannya sehingga menunjukkan keadaan yang sebenarnya.

LANDASAN TEORI
Nilai adalah suatau yang dianggap berhaga dan menjadi tujuan yang hendak dicapai. Sidi Gazalba mengartikan nilai dengan sesuatu yang bersifat abstrak,ia ideal, nilai bukan benda konkret bukan fakta, tidak hanya persoalan benar dan salah yang membutuhkan pembuktian empirik, melainkan soal penghayatan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki, disenangi dan tidak disenangi.
Bila perkembangan anak kita pandang sebagai suatu proses, maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan akhir yaitu tingkat kedewasaan. Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh perkembangan adalah pada hakikatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai yang terbaik dalam pribadi yang diinginkan.

 

BAB II

GAMBARAN UMUM

1. Keluarga Bapak M. Risun
Bapak M. Risun merupakan seorang figure bapak yang sangat bertanggungjawab terhadap keluarganya, bapak M. Risun mempunyai satu orang istri yang bernama Ibu Nurul Fadhilah dan dua orang anak, satunya perempuan dan yang satunya lagi laki-laki, anak perempuannya bernama Rifa Tafa’ul Ula yang berumur lima tahun dan masih sekolah TK. Dan anak yang terakhir bernama Izdharun Nasaq yang masih berumur dua tahun dan yang akan menjadi obyek penelitian, dalam kesehariannya Nasaq panggilan akrabnya sering bermain dan bergurau seperti halnya anak-anak yang seumurnya. Dia adalah sosok anak yang aktif yang selalu ingin tahu terhadap apa-apa yang ada disekitar lingkungannya.
Dalam perjalanan perkembangannya Nasaq mengalami prkembangan yang cukup signifikan dimulai dari kegiatan pagi hari yaitu pada waktu bangun tidur, seperti kebanyakan anak seusianya, Nasaq pada waktu bangun tidur mengalami ngompol dan ini menjadi sutu tanggungjawab ibunya untuk membersihkan ompolnya, setelah dibersihkan lalu diganti celana, karena masih pagi dan cuaca relative dingin maka ibunya menggantinya dengan celana panjang, kemudian setelah itu bapaknya datang dan mengajak jalan-jalan untuk melihat suasana pemandangan pada pagi hari disekitar halaman rumahnya, dan ketika waktu berjalan-jalan tersebut Nasaq memperhatikan ayam jago berkokok dibawah pohon rambutan milik bapaknya, Nasaq terkagum-kagum dengan berekspresi senang dan berjingklak-jingklak, kemudian diajak bapaknya pergi kekebun salaknya disana melihat banyak pohon salak yang besar-besar dan sangat rimbun, pada saat berjalan-jalan dikebun salak memetik salak dan memberikannya kepada Nasaq, dia girang kesenangan karena itu merupakan salah satu buah kesukaannya, dia doyan banget, “kata bapaknya”.

2. Sosial Ekonomi dan Keberagamannya
Bapak Muhrisun adalah seorang yang berprofesi sebagai PNS ( Pegawai Negeri Sipil) dan disamping itu dia juga pengurus komite disalah satu MTs milik yayasan Ma’arif yang berada didesanya, dalam kesehariannya bapak Muhrisun adalah sosok orang yang sederhana terlihat dari pola kehidupannya, tercermin dari pengeluaran sehari-hari seperti untuk keperluan makan, perlengkapan dapur dan lain-lain. Dalam hal berpakain Bapak Muhrisun tidak terlalu bermewah-mewahan itu terbukti dia membeli pakaian setahun sekali yaitu pas waktu lebaran, menurut penuturan Bapak Muhrisun.
Dalam hal ini Bapak Muhrisun mengajari anak-anaknya untuk selalu berperilaku sederhana dalam kehidupan sehari-harinya, selanjutnya hal itu tercermin dari penampilan anak-anaknya selalu tampil sederhana. Anaknya pun tidak dilatih untuk hidup boros seperti anaknya meminta jajan, ibunya langsung menalihkan perhatiannya. Hal ini dilakukan agar kelak ketika dewas anaknya tidak manja dan belajar hidup mandiri, menurut penuturan ibunya.
Keluarga Bapak Muhrisun juga menerapkan pola hidup disiplin dalam keluarganya, tetapi dalam penerapannya bapak muhrusin tidak menyukai hukuman tetapi lebih pada nasehat dan ketegasan menurutnya hukuman tdak akan menyelesaikan masalah melainkan akan menimbulkan tekanan batin pada anak. Hukuman memang tidak dapat segera mengatasi perilaku indisipliner anak, tetapi jika ssering terlalu digunakan, pendekatan ini menjadi tidak efektif. Hukuman juga dapat menurunkan harga diri anak dan hanya boleh diterapkan apabila perilaku anak melampaui batas dan membahayakan.

3. Struktur Sosial
Ketika berada dalam linkungan masyarakat bapak Muhrisun melakukan interaksi dengan sesamanya seperti menghadiri rapat pengurusan RT, karena dalam hal ini bapak adalah sebagai ketua RT. Dalam kesehari-harinya anaknya pun dilatih untuk berinteraksi dengan lingkungannya seperti disuruh untuk bermain dengan teman sesamanya. Hal tersebut dimaksudkan untuk melatih emosional anak-anaknya terutama anak yang terakhir karena masih dalam tahap perkembangan. Disini emosi merupakan salah satu factor penting yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan belajar berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga kecerdasan emosi sangat berpengaruh. Perkembangan tidaklah semata-mata persoalan intelektual, tetapi juga persoalan emosi yang melibatkan hubungan antar sesama. Oleh karena pentingnya emosi dalam perkembangan, maka orang tua harus memiliki kecakapan melatih emosi anak dalam proses perkembangannya.

BAB III
PERKEMBANGAN ANAK BERUMUR 2 TAHUN YANG BERNAMA IZHARUN NASAQ

Perkembangan masa anak adalah menurut Munandar (1985) adalah belajar berjalan, belajar mengambil makanan yang padat, belajar berbicara, toilet training, belajar membedakan jenis kelamin dan dapat kerja kooperatif, beljar mencapai stabilitas fisiologis, pembentukan konsep-konsep yang sederhana mengenai kenyataan social dan fisik, belajar untuk mengembangkan diri sendiri secara emosional dengan orang tua, sanak saudara dan orang lain serta belajar membedakan baik dan buruk. Sedang menurut Havighurts (dalam Gunarsa, 1986) perkembangan anak usia 0-6 tahun meliputi belajar memfungsikan visual motoriknya secara sederhana, memakan makanan padat, belajar bahasa, control badan, mengenali realita social atau fisiknya, belajar melibatkan diri secara emosional dengan orang tua, saudara dan lainnya, belajar membedakan benar atau salah serta membentuk nurani.

Dalam perkembangannya Izharun Nasaq juga tidak terlepas dari pendapat kedua tokoh tersebut, seperti yang telah terurai diatas Nasaq (panggilan akrabnya) juga mengalami perkembangan seperti itu. Kemudian dalam kesehariannya Nasaq ketika tiap kali bangun tidur sering menangis, mungkin ini cara yang paling efektif bagi Nasaq walaupun sebenarya Nasaq itu kalau mengucapkan kata ibu bisa , cara ini dilakukan untuk memanggil ibunya. Reaksi ini terjadi biasanya disebabkan karena ketika bangun tidur ibunya tidak berada sisampingnya, dan menurut ibunya “menangis ini tidak hanya terjadi ketika bangun tidur pagi tetapi juga pada waktu bangun tidur siang”. Kemudian kegiatan Nasaq setelah bangun tidur biasanya bermain disekitar halamanya depan rumahnya, dia sangat suka bermain, karena bermain bagi anak-anak merupakan sarana bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan kehidupannya. Bermain tidak sekedar bermain, bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan emosional, fisik social dan nalar mereka. Nasaq paling suka bermain pasir-pasiran, kebiasan bermain pasir-pasiran ini sering dilakukan. Dia sangat suka berlari-larian karena ketika kalau dia berlari sangat cepat sampai-sampai yang mengawasinya menjadi capek sendiri melihat tingkahnya yang tidak bisa berhenti. Dan juga tiap minggu pagi diajak ayahnya lari pagi.

Tetapi ketika bermain dengan kakaknya dia selalu nangis karena kakaknya sering menakalinya, kakaknya sering tidak mau mengalah ketika berebut barang atau makanan atau sesuatu yang lain-lain, Nasaq juga tidak mau mengalah karena pada masa ini tingkat keegoisan anak maih tinggi, dia tidak mau mmeperdulikan walupun itu kakaknya semua itu dianggap milikya sendiri, ini terbukti ketika Nasaq berebut eskrim dengan kakaknya padahal sudah diberi satu-satu, tapi Nasaq malah ingin semuanya. Nasaq juga senang menonoton tv, terutama film-film kartun, walaupun dia tidak tahu maksudnya apa yang ditontonnya itu, tetapi kalau ada kakaknya disebelah ikut nonton dan kakaknya tertawa,Nasaq juga ikut-ikutan tertawa. Dan kalau Nasaq bermain tidak diawasi atau ditemani dia sering meninggalkan rumahnya.

Pada waktunya makan Nasaq bisa dibilang anak yang suka makan, kalau lihat bapak atau ibunya makan dia juga sering ikut atau ingin minta makan, makan apapun dia suka, yang sedikit pedaspun dia suka, ketika makan bareng kakaknya satu piring dia sampai nambah tiga kali, walaupun porsinya tidak sebesar porsi orang dewasa. Dalam hal minum dia sangat suka minum air putih, dia biasanya kalau bilang ingin minta minum air putih dia bilangnya minta susu, tetapi ketika ingin minta minum susu, harus pakai botol yang tutupnya tidak boleh ketinggalan, kalau tidak ada botolnya maka dia tidak mau meminumnya.
Dalam kesehariannya Nasaq tidak terlepas dari sosok orang tuanya terutama ibunya yang membimbing perkembanagannya. Pengaruh yang mendalam dari hubungan anak dengan keluarga jelas terlihat dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu nya adalah peran orang tua itu sendiri.

Orang tua yang kurang menyukai peran orang tua dan merasa bahwa waktu, usaha, dan uang dihabiskan oleh anak, cenderung mempunyai hubungan yang buruk dengan anak-anaknya.
Dalam perkembangannya, hari-ahri dialalui dengan penuh keceriaan dan pengalaman, namun tidak semua harinya dilewati dengan ibunya dikarnakan ibunya mengajar disekolah, Nasaq ditinggal dirumah bersama neneknya sampai ibunya pulang. Selama bersama neneknya ketika ditinggal ibunya Nasaq tidak nangis karena sudah terbiasa ditinggal ibunya.

Itulah sekelumit perkembangan anak usia 2 tahun dalam menjalani hari-harinya dengan penuh keceriaan, tangisan dan pengalaman yang didampingi oleh orang tuanya yang merupakan sosok paling berpengaruh dalam perkembangannya.

 

BAB IV
KESIMPULAN DAN PENUTUP

Kesimpulan
Anak merupakan miniatur orang dewasa dimana dalam kehidupannya anak ingin diperhatikan dan dimanja., karena masa ini anak masih memerlukan kasih sayang dan perhatian yang besar dari orang tua. Seperti dari kebanyakan anak-anak lainnya. Namun tingkah laku anak memiliki potensi yang besar dalam lingkungannya, biasanya tingkah laku tersebut diapliksikan dalam kehidupan sehari-harinya seperti dalam bermain dan meniru tingkah laku orang tua.
Tingkah laku atau perbuatan anak tidak terjadi secara sporadic (timbul dan hilang disaat-saat tertentu), tetapi selalu ada kelangsungan (kontinuitas) antara satu perbuatan dengan perbuatan berikutnya. Oleh Karena itu, tingkah laku individu adalah sangat kompleks dan sukar dipelajari tanpa dikaitkan dengan proses belajar individu itu sepanjang hidupnya yang berupa pengalaman-penglamannya.
Dari pengamatan yang penulis lakukan kepada obyek, penulis dapat memperoleh beberapa kebiasaan-kebiasaan, baik itu dari tingkah lakunya, sikapnya maupun sifatnya. Yang menurut penulis itu adalah kebiasaan yang ia lakukan dengan sengaja tanpa dibuat-buat.

PENUTUP
Syukur Alhamdulillah sebesar-besarnya penulis haturkan kehadirat Allah Swt, Karena dengan segenap nikmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki kekurangan dan kelemahan diberbagai tempat, baik secara teknis maupun redaksional. Hal tersebut semata sebagai cerminan kelemahan dan kekurangan penulis pribadi. Karena itukah penulis mengharapkan sumbangan kritik dan saran umtuk pengembangan lebih lanjut atas penelitian ini.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan tugas penelitian ini. Harapan penulis agar penelitian ini bermanfaat bagi diri penulis sendiri serta bagi seluruh kalangan pembaca pada umumnya.

Download makalah Perkembangan Anak Pada Usia 2 Tahun Disini
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *