Tata Cara Shalat Gerhana Matahari dan Bulan (Kusufain)

By | November 12, 2012
Tata Cara-Bacaan-Panduan Shalat Gerhana Matahari dan Bulan.
Terdapat dua macam Gerhana yaitu: gerhana matahari dan gerhana bulan. Didalam Islam, Gerhana Matahari disebut Kusuf as Syams sedangkan Gerhana Bulan disebut Khusuf al Qamar.

Adapun yang dimaksud Shalat Gerhana adalah shalat sunah dua rakaat yang dilakukan karena terjadi gerhana, baik gerhana bulan atau gerhana matahari. Untuk waktu pelaksanaan shalat dimulai dari permulaan gerhana sampai selesai gerhana.

Ayat & Hadits yang Berkaitan
Allah SWT. berfirman:
Janganlah bersujud pada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya.” (QS. Fushilat: 37)

Rasulullah SAW. bersabda:
Sesungguhnya matahari dan bulan keduanya menjadi tanda (dalil) dari dalil-dalil adanya Allah dan kekuasaan-Nya, kedua gerhana terjadi bukan karena matinya seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang, maka apabila kamu melihat kedua gerhana hendaklah kamu berdoa kepada Allah dan shalat sampai gerhana itu hilang.” (HR. Bukhari Muslim)

Niat Shalat Gerhana:

ِاصَلِى سُنـَّـة لِكسُوفِ الشمْسِ / لِخُسُــوْفِ القمَرِ رَكعَتيـْـن مُسْـتقبِـــلَ القِبـْلةِ مَأمُوْمًا / اِمَامًا لله تعـــَــالى

 

Ushallii sunnatan likusuufis syamsi / likhusuufil qamari rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman / imaaman lillaahi ta’ala.
Saya niat melakukan shalat sunah gerhana matahari/gerhana bulan dua raka’at dengan menghadap qiblat sebagai ma’mum/imam karena Allah Ta’ala.

– Lafadz Likusuufis syamsi untuk gerhana matahari dan Likhusuufil qamari untuk gerhana bulan
– Lafadz Ma’muuman untuk ma’mum dan Imaaman untuk Imam


Tata Cara Melakukan
Setelah Berniat shalat dan Takbiratul ihram, lalu membaca al-Fatihah dilanjutkan membaca surah al-Qur’an.
Kemudian Ruku’ lalu I’tidal.
Dilanjutkan membaca al-Fatihah dan surah al-Qur’an lagi.
Kemudian Ruku’ lalu I’tidal kembali dan dilanjutkan dengan sujud 2X (seperti shalat biasa) lalu berdiri.
Rakaat kedua sama dengan rakaat pertama.

Jadi, shalat gerhana terdapat 2 raka’at dan 4 kali ruku’ serta 4 kali i’tidal.
Masing-masing raka’at terdapat 2 kali ruku’ dan 2 kali i’tidal.

Notice:
– I’tidal adalah berdiri kembali pada posisi semula setelah melakukan Ruku’.
– Nabi dan para sahabat melakukan shalat dimasjid tanpa Adzan dan Iqamah. Untuk ungkapan dalam mengawali shalat yaitu dengan: “As-shalatu jaami’ah
– Apabila shalat gerhana dilakukan secara berjama’ah maka setelah salam disunahkan untuk khutbah seperti khutbah shalat Jum’at dengan tema “Memperbanyak anjuran kepada hadirin untuk memohon ampunan dan bertobat”. Apabila shalat tersebut dilakukan sendirian maka tidak perlu ada khutbah.
– Dianjurkan untuk membaca surah yang lebih panjang pada raka’at pertama. Misalnya: Membaca surah Ya Siin dan ar Rahman pada raka’at pertama dan membaca surah al Waqi’ah dan al Mulk pada raka’at kedua.

Daftar Pustaka

Chudlori, KH M. Yusuf, 2007, Menapak Hidup Baru, Doa-doa Keseharian. Surabaya: Khalista.
Wikipedia

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *