Biografi GUSDUR + Jejak Sejarah dan Penghargaannya

By | Desember 31, 2009
Gusdur

Gusdur

Biografi, Sejarah, Pendidikan, Perjalanan Karir, dan Penghargaan untuk Gus Dur

Berita TV petang ini, tepatnya pukul 07.00 masih membuatku ragu. entah mengapa aku begitu terpacu untuk meyakinkan diri “apakah benar kalau KH Abdurrahman Wahid telah wafat..?
Dan…
Terasa ada kekosongan eksistensi ketika kepergian Gus Dur benar-benar terjadi.
Angin berembus keruang hampa kedukaan yang mendalam bercampur kegamangan atas kehilangan tokoh bangsa, guru bangsa yang berdedikasi tinggi untuk pluralitas bumi nusantara ini.

Kepergiannya tidak hanya menyentuh rasa duka mendalam, tetapi sekaligus menyingkapkan reputasinya sebagai tokoh agama, pejuang demokrasi, pemimpin politik, pembela kaum minoritas, pengusung hak asasi, pahlawan pluralisme, pembawa perdamaian dan penentang kekerasan. Panggilan hidupnya itu dilakukan sepenuh hati, karyanya merupakan perwujudan dari keyakinan dan nurani humanisnya. Komitmen dan keteguhan prinsip yang luar biasa tidak menjadikannya kehilangan rasa humor.

Kursi dan jangkauan wilayah pergaulannya begitu luas, jauh melebihi batas sosial kulturnya. Dan berbagai kalanganpun merasa nyaman dengan Gus Dur; sebagai teman, pelindung, pembela dan pejuang bagi kaum yang tertindas. Seperti Islam sendiri yang merupakan rahmatan lil alamin.

Semoga kebesaran jiwa, keluhuran pikiran, ketulusan dan kemuliaan perjuangan beliau akan terus berlanjut dan dilanjutkan….abadi hingga melabihi keabadian itu sendiri.

JEJAK SEJARAH GUSDUR :

4 Agustus 1940 : Lahir di Jombang dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Hj. Solechah Wahid.

1953 : Menempuh pendidikan sekolah dasar di Jakarta. Lalu melanjutkan ke sekolah menengah pertama (SMEP) di Yogyakarta pada 1956. Kemudian menjadi santri di pp Tambakberas Jombang Jawa Timur.

1959 : Menjadi guru Madrasah Mu’allimat, Jombang Jawa Timur sampai tahun 1963

11 juli 1968 : Menikah dengan Sinta Nuriyah. Pesta pernikahan baru dilangsungkan pada 11 September 1971. dikaruniai empat anak ; Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Anita Hayatunnufus dan Inayah Wulandari.

1970 : Menempuh pendidikan tinggi di Department of Higher Islamic and Arabic Studies, Universitas Al-Azhar, Kairo dan juga pada Fakultas Sastra Universitas Baghdad, Irak.

1972 : Menjadi Dosen Universitas Hasyim Asyari, Jombang sampai 1974.

1974 : Menjadi pengasuh PP Tebuireng Jombang, Sebagai sekretaris sampai 1979.

1979 : Menjadi anggota Syuriah Nahdlatul Ulama sampai 1984

1976 : Mendirikan Ponpes Ciganjur, Jakarta

12 Desember 1984 : Dalam Muktamar ke-27 NU di PP Salafiyah Safi’iyah Sukorejo (Situbondo), Terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU perode 1984-1989. dan tepilih kembali pada tanggal 28 November 1989 untuk periode 1989-1994.

1991 : Bersama sejumlah tokoh membentuk Forum Demokrasi (Fordem)

5 Desember 1994 : Untuk ketiga kalinya memegang tampuk pimpinan Tanfidziyah NU periode 1994-1999 melalui Muktamar ke-29 NU di PP Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

16 Mei 1998 : Bersama para pemimpin agama mengeluarkan keprihatinan moral dan menilai situasi dan kondisi Negara dalam keadaan sangat kritis. Para pemimpin agama meminta agar Presiden Soeharto mempertimbangkan langnkah terbaik bagi bangsa.

19 Mei 1998 : Bersama para ulama, tokoh masyarakat, berbagai organisasi kemasyarakatan, dan ABRI diundang Presiden Soeharto di Istana Merdeka untuk memberi saran-saran dan pendapat untk menyelamatkan bangsa dan negara, pembangunan nasional, Pancasila dan UUD 45, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

4 Juli 1998 : Bersama beberapa tokoh membentuk Koalisi Gerakan Demokrasi (KGD). Koalisi ini terbentuk untuk menjadi semacam “pressure group” maupun “ moral force” guna mendorong terjadinya reformasi total.

23 Juli 1998 : Ikut membidani terbrntuknya Partai Kebangkitan Bangsa yang dideklarasikan di Ciganjur.

10 November 1998 : Bersama Amin Rais, Sultan Hamengku Buwono X dan Megawati mengadakan dialog nasional di Ciganjur, Jak-Sel. Dialog itu menghasilkan 8 butir kesepakatan diantaranya mengenai penghapusan Dwifungsi ABRI dan pengusutan harta kekayaan Soeharto.

20 Oktober 1999 : Terpilih sebagai Presidan RI keempat menggantikan BJ Habibie. Gus Dur adalah capres dari Poros Tengah, yakni gabungan Fraksi Reformasi, Fraksi PPP, Fraksi Kebangkitan Bangsa, dan Fraksi Partai Bulan Bintang. Dengan perolehan 373 suara dari 691 anggota MPR yang menggunakan hak pilihnya.

22 Oktober 1999 : Menjadikan Istana Kepresidenan menjadi istana rakyat atau terbuka untuk umum.

26 Oktober 1999 : Mengumumka Kabinet Persatuan Nasional. Dalam susunan kabiner, Depsos dan Deppen tidak dicantumkan (dibubarkan). Juga membentuk Kementrian Negara Urusan HAM dalam kabinetnya.

17 Januari 2000 : Menerbitkan Keppres No 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China.

14 Maret 2000 : Mengusulkan pencabutan Tap MPRS No. XXV/1996 tentang pelarangan penyebaran marxisme, komunisme, dan leninisme.

26 Juli 2000 : Terpilih kembali sebagai ketua Dewan Syuro periode 2000-2005 dalam Muktamar I PKB.

23 Juli 2001 : Mandat selaku Presiden RI dicabut melalui Rapat Paripurna S I MPR.

23 Juli 2001 : Memberlakukan Dekrit yang antara lain membekukan MPR/DPR; mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat Indonesia dan membentuk badan-badan yang diperlukan untuk mengadakan pemilu satu tahun; menyelamatkan gerakan reformasi total dan membekukan Partai Golkar sambil menunggu keputusan MA.

20 Januari 2002 : Terpilih kembali sebagai Ketua Umum Dewan Syuro PKB periode 2002-2007, hasil Muktamar Luar Biasa PKB di Yogyakarta. Gus Dur medorong PKB menjadi partai terbuka.

11 Mei 2004 : Secara resmi menyatakan diri sebagai salah satu calon presiden RI untuk Pemilu Presiden RI 2004 bersama cawapres Marwah Daud Ibrahim.

17 April 2005 : Terpilih kembali sebgai Ketua Umum Dewan Syuro PKB periode 2005-2010 hasil Muktamar II, Semarang.

30 Desember 2009 : KH Abdurrahman Wahid wafat di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam usia 69 tahun.

“Jombang, 4 Agustus 1940 – Jakarta, 30 Desember”

PENDIDIKAN DAN PENGHARGAAN:
Pendidikan :
– SD, Jakarta (1953)
– SMEP, Yogyakarta (1956)
– PP Tambakberas Jombang (1963)
– Deparment of Higher Islamic and Arabic Studies, Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ( tidak tamat)
– Fakultas Sastra, Universitas Baghdad, Irak (1970)

Perjalanan karier :
– Guru Madrasah Mu’allimat, Jombang (1959-1963)
– Dosen Universitas Hasyim Asyhari, Jombang (1972-1974)
– Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asyhari, Jombang (1972-1974)
– Sekretaris Pesantren Tebuireng, Jombang (1974-1979)
– Pengasuh PP Ciganjur, Jakarta (sejak 1976)
– Ketua Tanfidziyah PBNU (1984-1989, 1989-1994, 1994-1999, 2000-2005)
– MPR dari Utusan Golongan (1987-1992, 1999-2004)
– Presiden RI (20 Oktober 1999-23 Juli 2001)
– Ketua Umum Dewan Syuro PKB (2000-2005)
– Ketua Umum Dewan Syuro PKB hasil Muktamar II, Semarang (2005-2010)

Penghargaan :
– Bintang Tanda Jasa Kelas I, Bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan dari Pemerintah Mesir.
– Ramon Magsaysay, Filipina (1993)
– Pin Penghargaan Keluarga Berencana dri PKBI (1994)
– Bimtang Mahaputera Utama (1998)
– Doktor Honoris Causa Universitas Jawaharlal Nehru, India (2000)
– Doktor Honoris Causa Bidang Hukum dari Universitas Thammasat Anant Anantakul, Thailand (2000)
– Doktor Honoris Causa Bidang Perdamaian dari Soka University, Jepang (2002)
– Global Tolerance Award dari Friends of the United Nations, New York (2003)
– World Peace Prize Award dari World Peace Prize Awarding Council (WPPAC), Soul, Korea Selatan (2003)
– Presiden World Heaquarters on Non-Violence Peace Movement (2003)
– Global Tolerance Award dari Friends of the united Nations, New York, AS (2003)
– Suardi Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen (2006)
– Penghargaan dari Dewan adat Papua (2006)
– Penghargaan dari Simon Wiethemtal Center, Amerika Serikat (2008)
– Penghargaan dari Mebal Valor Amerika Serikat (2008)
– Penghargaan dan kehormatan dari TemplenUniversity, Philadelphia, Amerika Serikat, yang memakai namanya untuk penghargaan terhadap studi dan pengkajian kerukunan antarumat beragama, Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study (2008).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *